PSSI didenda Rp 175 juta, PSIS menyiapkan kamera di tribun

Hasil gambar untuk pssi semarang

PSIS Semarang menerima denda 175 juta rupee dari Komisi Disiplin PSSI. PSIS berasumsi bahwa penyebab sanksi tidak akan terulang.

Akun Instagram @psisofficial melengkapi sanksi dengan foto-foto keputusan PSSI yang ditandatangani oleh presiden komisi disiplin PSSI Asep Edwin Firdaus. Dalam judulnya PSIS menulis:

Baca juga: Jika Anda membutuhkan biaya besar, pikirkan tentang menggunakan VAR

PSIS menghukum 175 juta

Pada minggu kelima kompetisi Liga Shoppee 2018, PSIS menerima denda dari Komisi Disiplin PSSI (Komdis) karena perilaku buruk para pendukungnya.

PSSI mengirimkan dua salinan keputusan (SK) ke PSIS. Keputusan pertama n. 011 / L1 / SK / KD-PSSI / VI / 2019 tentang pelanggaran terhadap Persija Jakarta dalam kerangka PSIS. Individu pendukung PSIS dan Persija di tribun barat saling melempar botol.

Selain sanksi untuk pelemparan botol, ada juga kembang api yang menyala. Menurut sebuah laporan oleh koordinator umum (GK), kembang api ditembakkan di sebelah tenggara forum di tengah dan barat daya forum.

Karena dua pelanggaran terhadap Persija, PSIS harus membayar denda 100 juta rupee. Urutan kedua PSSI, nomor 016 / L1 / SK / KD-PSSI / VI / 2019, yang merujuk pada perilaku buruk para pengikut, terjadi selama pertandingan Persebaya melawan PSIS.

Surat itu menemukan pendukung PSIS meluncurkan botol di lapangan. Akibatnya, 75 juta harus dibayar oleh PSIS. Total denda yang harus dibayar adalah 175 juta rupee.

Tentu saja, ini sangat tidak menguntungkan bagi PSIS. Untuk alasan ini, PSIS telah meminta suporter untuk menghormati aturan yang berlaku sehingga klub Semarang bangga dengan pertandingan berikutnya tidak dapat menjatuhkan sanksi lebih lanjut.

Pemimpin PSIS, A S Sukawijaya atau Yoyok Sukawi, mengatakan ia telah menyiapkan langkah persiapan dengan menilai dua pertandingan kandang sambil menghibur Kalteng Putra dan Persija. Langkah persiapan pertama adalah Panitia, yang mendokumentasikan video di setiap stan.

“Pertama-tama, panitia harus menyimpan catatan di setiap forum, jadi nanti akan ditemukan bahwa memang ada nada atau tidak, dan ini mungkin ujian kami,” kata Yoyok kepada wartawan, Senin (17.06.19).

Langkah kedua adalah rencana untuk membentuk tim untuk memandu dealer yang menjual air kemasan dari stand. Langkah ini adalah saran dari pendukung yang ketakutan.

“Benar, seharusnya tidak ada botol yang masuk ke tribun, itu semakin ketat,” kata Yoyok.

Mengenai peristiwa yang dipimpin oleh pengikut yang tidak bermoral, Yoyok juga menyesalkan tindakan tersebut. Yoyok juga mengundang para pendukung kontribusi untuk membayar denda tim berjuluk Mahesa Jenar.

“Kami menyesal botol itu diluncurkan dan kembang api dipecat selama pertandingan, dan sekarang para pendukung datang untuk membayar denda,” katanya, mengutip akun Instagram PSIS.