Perbedaan Makro dan Mikro Dalam Ilmu Ekonomi

Ekonomi adalah studi tentang aktivitas manusia yang berkaitan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa untuk mencapai kemakmuran. Studi (cabang) ekonomi biasanya dibagi menjadi 2, yaitu ekonomi mikro dan makro. Jadi apa perbedaan antara ekonomi mikro dan makro? Sebelum Anda melanjutkan, apakah Anda pertama-tama mengidentifikasi perbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro yang ada di dalamnya? Lihat penjelasan di bawah ini yang kami kutip dari https://pinterkelas.com/.

  • Ekonomi mikro adalah teori ekonomi yang melihat secara dekat atau khusus pada masalah keuangan.
  • Sedangkan makroekonomi adalah teori ekonomi yang membahas masalah ekonomi yang dilihat secara keseluruhan atau dalam skala luas.

Setelah Anda tahu artinya, Anda juga perlu mengenali perbedaan dalam ekonomi mikro dan makro ruang lingkup.

Ruang lingkup ekonomi mikro

Berdasarkan ruang lingkupnya, ekonomi mikro mencakup teori-teori seperti produksi, permintaan, penawaran, perilaku konsumen, ketahanan, pasar dan mekanisme harga.

  1. Teori produksi: dasar untuk analisis biaya produksi dan tingkat produksi.
  2. Permintaan: barang atau jasa yang dipesan atau dibeli atau diminta oleh konsumen dengan harga dan waktu tertentu.
  3. Penawaran: barang atau jasa yang dijual atau ditawarkan oleh produsen pada waktu dan tempat tertentu.
  4. Perilaku konsumen: proses yang dijalani konsumen dengan menemukan, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan membuang produk atau layanan konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka.
  5. Elastisitas permintaan: pengaruh perubahan harga pada ukuran produk yang diminta.
  6. Elastisitas penawaran: pengaruh perubahan harga pada ukuran jumlah produk yang ditawarkan.
  7. Pasar: tempat transaksi (penjualan dan pembelian) dilakukan oleh penjual dan pembeli.

Ruang lingkup ekonomi makro

Atas dasar ruang lingkup, ekonomi makro mencakup seperti pengangguran, pendapatan pemerintah, pengeluaran pemerintah, inflasi dan deflasi.

  1. Pengangguran: orang yang tidak bekerja dan tidak berpenghasilan bahkan di usia produktif mereka.
  2. Pendapatan negara: semua ini karena produksi dan penjualan.
  3. Pengeluaran Negara: nilai total semua produksi yang dikeluarkan oleh negara selama periode yang ditentukan.
  4. Inflasi: proses kenaikan harga secara umum dan terus menerus terkait dengan mekanisme pasar yang disebabkan oleh berbagai faktor.
  5. Deflasi: periode di mana harga umumnya jatuh dan nilai uang meningkat.