Laporan Keuangan Garuda Janggal, Sri Mulyani ingin memanggil akuntan

Hasil gambar untuk sri mulyani

Kementerian Keuangan kini telah mengaudit kantor akuntan untuk laporan keuangan PT Garuda Indonesia pada tahun 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa laporan keuangan Garuda Indonesia dipantau dan dikelola oleh kantor akuntan.

“Laporan Keuangan Garuda P3K yang kami lakukan mengawasi dan mengelola kantor akuntan untuk menentukan apakah mereka melaksanakan tugas mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Sri Mulyani kepada gedung parlemen di Jakarta pada hari Senin 17 / 6/2019).

Dia mengatakan bahwa Kementerian Keuangan juga memantau standar akuntansi yang digunakan oleh perusahaan audit untuk mengaudit laporan keuangan. Sri Mulyani juga menyatakan bahwa jika dia tidak mengikuti prosedur, dia akan memanggil auditor.

“Standar akuntansi digunakan, dan jika tidak, kami akan memanggil mereka nanti,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan melakukan audit terhadap perusahaan audit (KAP) melalui Sekretariat Jenderal (Sekretariat Jenderal), yang mengaudit rekening tahunan Garuda Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekretaris Jenderal) Kementerian Keuangan, Hadiyanto, mengakui bahwa partainya akan diberi sanksi sehubungan dengan sanksi, KAP dan Garuda Indonesia yang sama, masih dengan Otoritas Pengawas Keuangan (OJK) dipilih.

Dia menyatakan bahwa dia tidak dapat memberikan sanksi kepada KAP hanya karena Garuda Indonesia adalah perusahaan publik atau sebagian sahamnya dimiliki oleh publik.

dan KAP yang dimaksud adalah Tanubrata Sutanto Brata Fahmi Bambang & Rakan, anggota BDO Internasional.

“Secara ringkas, ada dugaan mengenai pelaksanaan audit yang tidak sepenuhnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku,” kata Hadiyanto di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan.