Ari Sihasale ingin Borneo membuat film putih dan merah

Hasil gambar untuk ari sihasale

Film yang diproduksi oleh Alenia Pictures dengan nada nasionalis Rumah Merah Putih siap menghibur publik pada 20 Juni 2019. Film dengan Pevita Pearce dan Yama Carlos menunjukkan pesan cinta untuk negara dari tanah NTT. Itu adalah lokasi. Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen sebagai produser juga memasukkan putra-putra asli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai aktor utama. Namun, Ari dan Nia mengatakan bahwa sebelum NTT dipilih sebagai lokasi, mereka berdua punya waktu untuk terlibat di daerah lain. “Pertama, kami melakukan survei di provinsi Kalimantan Utara, pertama di Sambas, Tanjung Datuk, lalu Longawar,” kata Ari Sihasale, Selasa (18/6) saat berkunjung ke Kompas.com bersama aktor Gedung Merah lainnya / 2019 ).

Setelah mengunjungi beberapa daerah di Kalimantan utara, Ari mengatakan, niatnya untuk mewujudkan naskah film harus terhalang untuk apa pun. “Setelah tulisan kami disimpan selama empat tahun, karena sudah waktunya untuk menahan bulan Ramadhan dan liburan sekolah untuk anak-anak, kami tidak ingin memaksanya,” kata Ari. Setelah Ari Sihasale menunda syuting selama beberapa tahun, niatnya adalah untuk syuting film. “Pada akhir tahun lalu, kami mulai memproduksi rencana film ini lagi, tetapi di NTT,” kata Ari. Sementara itu, menurut Nia, NTT dipilih karena memiliki banyak kesamaan dengan skenario di mana mereka berada. “Kami pikir itu tanda untuk memulai sekarang (penembakan), dan dari sana kami segera memeriksa tanggal produksi dari semua jenis,” kata Nia. Film Rumah Merah Putih menceritakan kisah Farel Amaral dan Oscar Lopez, yang tinggal di perbatasan antara NTT dan Timor Timur, meskipun mereka hidup, cinta mereka kepada bangsa sangat dalam. Film ini akan ditayangkan pada 20 Juni 2019 secara serentak di semua bioskop Indonesia.